Ancaman Monopoli Tafsir Agama oleh Kecerdasan Buatan bagi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Epistemologi Islam, Kecerdasan Buatan, Mahasiswa PAI, Otoritas AgamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis fenomena hegemoni Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Large Language Models (LLM), yang perlahan mengambil alih otoritas tafsir agama di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (CDA) dan Epistemologi Islam, penelitian ini membenturkan anatomi algoritmik mesin dengan metodologi sanad keilmuan klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mengonstruksi "ilusi otoritas" melalui antarmuka dan narasi komputasional yang mengeksploitasi gaya belajar instan mahasiswa generasi digital. Dominasi AI ini memicu benturan epistemologis; probabilitas biner mesin yang nir-ruh secara radikal mereduksi kedalaman makna teks suci dan mencabutnya dari konteks historis (asbabun nuzul). Implikasi paling fatal dari fenomena ini adalah terjadinya cognitive outsourcing pada ranah kognitif serta hilangnya adab ketawadukan pada ranah afektif mahasiswa. Sebagai kesimpulan, monopoli tafsir oleh algoritma merupakan ancaman nyata terhadap struktur otoritas keilmuan Islam. Oleh karena itu, reaktualisasi literasi digital melalui desain instruksional yang holistik sangat mendesak untuk diterapkan guna memosisikan AI murni sebagai "kalkulator teks" pelacak data, sementara validasi teologis akhir tetap disandarkan pada otoritas ulama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






