Self-efficacy dan Emotional intelligence sebagai Prediktor Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Keywords:
Emotional intelligence, Penalaran matematis, Self-efficacyAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai kontribusi self-efficacy (self-efficacy) dan kecerdasan emotional (emotional intelligence) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) model Van Klaveren & De Wolf meliputi enam tahapaan analisis: (1) merumuskan pertanyaan penelitian, (2) menyusun kriteria seleksi, (3) mengembangkan strategi pencarian, (4) menyeleksi artikel, (5) mengodekan temuan, dan (6) menilai serta mensintesis hasil. Artikel yang dianalisis diperoleh dari basis data ScienceDirect, SINTA, dan Google Scholar, sehingga terpilih delapan artikel empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa self-efficacy berkontribusi terhadap penalaran matematis melalui peningkatan keyakinan dalam memilih strategi penyelesaian, mempertahankan usaha saat menghadapi masalah yang kompleks, dan melakukan verifikasi terhadap solusi. Sementara itu, emotional intelligence berperan dalam membantu Siswa mengelola emosi, mempertahankan konsentrasi, dan mengambil keputusan secara rasional selama proses penalaran. Kedua konstruk tersebut bersifat saling melengkapi, dengan self-efficacy mendukung keyakinan strategis dan persistensi, sedangkan emotional intelligence mendukung regulasi afektif selama proses berpikir.