Self-efficacy dan Emotional intelligence sebagai Prediktor Kemampuan Penalaran Matematis Siswa

Authors

  • Sayid Wahyu Alwi Sidik Al Idrus Universitas Islam Negeri Mataram
  • Shallia Salsabila SMP Salafiyah Darul Falah

Keywords:

Emotional intelligence, Penalaran matematis, Self-efficacy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai kontribusi self-efficacy (self-efficacy) dan kecerdasan emotional (emotional intelligence) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) model Van Klaveren & De Wolf meliputi enam tahapaan analisis: (1) merumuskan pertanyaan penelitian, (2) menyusun kriteria seleksi, (3) mengembangkan strategi pencarian, (4) menyeleksi artikel, (5) mengodekan temuan, dan (6) menilai serta mensintesis hasil. Artikel yang dianalisis diperoleh dari basis data  ScienceDirect, SINTA, dan Google Scholar, sehingga terpilih delapan artikel empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa self-efficacy  berkontribusi terhadap penalaran matematis melalui peningkatan keyakinan dalam memilih strategi penyelesaian, mempertahankan usaha saat menghadapi masalah yang kompleks, dan melakukan verifikasi terhadap solusi. Sementara itu, emotional intelligence  berperan dalam membantu Siswa mengelola emosi, mempertahankan konsentrasi, dan mengambil keputusan secara rasional selama proses penalaran. Kedua konstruk tersebut bersifat saling melengkapi, dengan self-efficacy  mendukung keyakinan strategis dan persistensi, sedangkan emotional intelligence  mendukung regulasi afektif selama proses berpikir.

Downloads

Published

2026-08-03

How to Cite

Al Idrus, S. W. A. S., & Salsabila, S. (2026). Self-efficacy dan Emotional intelligence sebagai Prediktor Kemampuan Penalaran Matematis Siswa. JIRME: Journal of Inovation and Research in Mathematics Education, 1(1), 12–23. Retrieved from https://pascauinmtrm.gubugjournal.id/index.php/JIRME/article/view/506