Integrasi Nilai Religius dan Budaya Lokal dalam Tradisi Bereqe di Lombok Timur
Keywords:
religiusitas kultural, tradisi Bereqe, budaya Sasak, identitas lokal, Islam lokalAbstract
Tradisi lokal masyarakat Sasak menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi yang berpotensi melemahkan keberlanjutan budaya dan identitas lokal masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah tradisi Bereqe di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai religius dan budaya lokal dalam tradisi Bereqe serta perannya dalam mempertahankan identitas masyarakat Sasak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi interpretatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, pemuda desa, dan masyarakat yang terlibat dalam tradisi Bereqe. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bereqe mengintegrasikan nilai tauhid, syukur, ukhuwah, dan tawakkal dalam praktik budaya masyarakat Sasak. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual religius, tetapi juga sebagai media reproduksi identitas budaya, penguatan solidaritas sosial, dan pelestarian nilai lokal masyarakat Sasak. Penelitian ini menemukan konsep religiusitas kultural sebagai bentuk integrasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat. Temuan penelitian menegaskan bahwa tradisi lokal dapat menjadi media penguatan identitas dan harmoni sosial masyarakat Muslim lokal di tengah perubahan sosial kontemporer.Downloads
Published
2026-06-03
How to Cite
Aini, N. (2026). Integrasi Nilai Religius dan Budaya Lokal dalam Tradisi Bereqe di Lombok Timur. Islamic Worldview: Jurnal of Islamic Studies, 1(1), 27–34. Retrieved from https://pascauinmtrm.gubugjournal.id/index.php/iwv/article/view/369
Issue
Section
Articles















