Preparing Islamic Higher Education for the Halal Tourism Era: Curriculum Transformation and Competency Development

Authors

  • Hendri Hermawan Adinugraha Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia
  • Muhammad Khoirul Fikri Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia
  • Rizky Andrean Universiti Utara Malaysia, Kedah, Malaysia
  • M. Najmuddin Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia
  • Qoerul Ahmad Tabiin Sekolah Tinggi Agama Islam Daya Temanggung, Central Java, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.67961/rjiem.v1i2.533

Keywords:

Halal Tourism, Islamic Education, Outcome-Based Education, Competency Development, Curriculum Transformation

Abstract

[English]: The rapid expansion of halal tourism in Lombok requires Islamic higher education to prepare graduates with competencies beyond religious knowledge, including professional, digital, interpersonal, and cultural capabilities. This research examines how Islamic higher education institutions are transforming curricula and developing competencies in response to the emerging halal tourism ecosystem. Using a qualitative multiple-case study design, the research investigated UIN Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, and Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis involving university leaders, curriculum managers, lecturers, students, and tourism stakeholders. Thematic and cross-case analysis reveals a shift from knowledge-centered education toward integrated competency alignment, encompassing Islamic ethics and religious literacy, professional tourism competence, digital competence, communication and interpersonal competence, and local-cultural competence. However, institutions pursue distinct pathways: UIN Mataram aligns its formal tourism-oriented curriculum; UMMAT emphasizes interdisciplinary and community-based learning; and IAI Hamzanwadi focuses on Islamic and local-cultural embeddedness. The findings also reveal uneven institutionalization, particularly in digital integration, stakeholder partnerships, and competency assessment. The research concludes that Islamic higher education should integrate Islamic values, professional competencies, digital capabilities, local wisdom, and experiential learning to contribute strategically to ethical, culturally grounded, and sustainable halal tourism.

[Indonesian]: Pesatnya perkembangan pariwisata halal di Lombok menuntut pendidikan tinggi Islam untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi di luar pengetahuan keagamaan, termasuk kompetensi profesional, digital, interpersonal, dan budaya. Penelitian ini mengkaji transformasi kurikulum dan pengembangan kompetensi yang dilakukan lembaga pendidikan tinggi Islam sebagai respons terhadap perkembangan ekosistem pariwisata halal. Dengan menggunakan desain studi kasus ganda kualitatif, penelitian ini menyelidiki UIN Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, dan Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan universitas, pengelola kurikulum, dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan pariwisata. Analisis tematik dan lintas kasus mengungkapkan adanya pergeseran dari pendidikan yang berpusat pada pengetahuan menuju penyelarasan kompetensi terintegrasi, yang mencakup etika Islam dan literasi keagamaan, kompetensi pariwisata profesional, kompetensi digital, kompetensi komunikasi dan interpersonal, serta kompetensi budaya lokal. Namun, masing-masing institusi menempuh jalur yang berbeda: UIN Mataram menyelaraskan program studinya dengan kurikulum formal yang berorientasi pada pariwisata; UMMAT menekankan pembelajaran interdisipliner dan berbasis masyarakat; sedangkan IAI Hamzanwadi berfokus pada penanaman nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Temuan penelitian ini juga menunjukkan adanya ketidakmerataan dalam proses institusionalisasi, terutama dalam integrasi digital, kemitraan dengan pemangku kepentingan, dan penilaian kompetensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan tinggi Islam seyogianya mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kompetensi profesional, kemampuan digital, kearifan lokal, dan pembelajaran berbasis pengalaman untuk berkontribusi secara strategis terhadap pariwisata halal yang etis, berakar pada budaya, dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Adinugraha, H. H., Fikri, M. K., Andrean, R., Najmuddin, M., & Tabiin, Q. A. (2026). Preparing Islamic Higher Education for the Halal Tourism Era: Curriculum Transformation and Competency Development. ROIN: Journal of Islamic Education Management, 1(2), 105–130. https://doi.org/10.67961/rjiem.v1i2.533